Pagar Pembatas dan Lampu Jalan di Kawasan Strategis Surabaya Raib Dicuri, Armuji: Kita Telusuri Rekaman CCTV

Nasional

SURABAYA – Fasilitas umum di ruas Jalan Ketabang Kali, Surabaya, menjadi sasaran pencurian yang diduga direncanakan secara matang. Sejumlah pagar pembatas jalan hingga tiang lampu penerangan umum hilang dan rusak, kasus ini mencuat setelah beredar rekaman video yang memperlihatkan kondisi kerusakan di lokasi yang berada tak jauh dari Grand City Mall, tepatnya di jembatan penghubung Jalan Ketabang dan Surabaya Plaza, Jumat (17/7/2026).

Merespons laporan yang berkembang di masyarakat maupun media sosial, Wakil Wali Kota Surabaya Armuji langsung turun ke lokasi untuk meninjau langsung kondisi yang terjadi. Hasil pemeriksaan di lapangan mengungkap indikasi kuat bahwa kerusakan dan kehilangan tersebut bukan peristiwa kebetulan, melainkan tindakan pencurian yang dilakukan dengan sengaja menggunakan alat bantu.

“Lihat ini, ada bekas dilas. Tercatat ada delapan plong atau tiang pagar yang diambil. Kalau tidak diangkut menggunakan truk, mustahil barang seberat ini bisa dibawa pergi,” ujar Armuji saat meninjau lokasi.

Selain pagar pembatas yang hilang dan banyak baut penguncinya yang raib, petugas juga menemukan sejumlah tiang lampu penerangan jalan umum dalam kondisi rusak parah. Pada beberapa bagian terlihat jelas bekas potongan yang diduga menggunakan mesin gerinda untuk memisahkan tiang dari pondasinya. “Ada bekas tiang yang dipotong pakai gerinda,” tambahnya.

Armuji menegaskan pihak Pemerintah Kota Surabaya akan segera menelusuri seluruh rekaman kamera pengawas atau CCTV yang menjangkau kawasan tersebut untuk mengungkap identitas pelaku. Mengingat jumlah fasilitas yang diambil dan beratnya barang yang dicuri, ia memperkirakan aksi ini tidak dilakukan sendirian. “Nanti kita periksa lewat CCTV. Mengingat jumlahnya sebanyak ini, diduga pelakunya lebih dari empat orang,” tegasnya.

Kehilangan fasilitas ini mulai dirasakan dampaknya langsung oleh warga sekitar. Budiono, salah satu warga yang kerap melintas di kawasan itu mengakui suasana malam di sana kini menjadi jauh lebih gelap dibanding sebelumnya. “Karena posisi lampunya kan berada di dekat trotoar, sekarang bagian ini jadi lebih gelap dari biasanya,” ungkapnya.

Meski lokasi tersebut berada di jalan utama yang selalu ramai dilalui kendaraan, Budiono mengaku merasa kurang nyaman, khususnya bagi pejalan kaki maupun warga yang berolahraga malam. “Saya sendiri sering lari pagi maupun sore lewat sini. Secara keamanan mungkin masih terjaga karena jalannya ramai, tapi tetap terasa kurang aman, apalagi bagi perempuan yang berjalan sendirian atau berolahraga di sekitar sini,” ujarnya.

Warga berharap pemerintah segera memperbaiki dan memasang kembali fasilitas umum yang hilang, serta aparat kepolisian dapat segera mengungkap dan memproses hukum pelaku pencurian tersebut. “Kami berharap fasum ini segera diperbaiki dan pelakunya tertangkap, agar kejadian serupa tidak terulang di tempat lain,” pungkas Budiono. Pemerintah Kota Surabaya berjanji akan bekerja sama dengan kepolisian untuk menindak tegas pelaku perusakan dan pencurian aset milik publik, serta memastikan kenyamanan dan keamanan warga tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *